Montormiber's Blog

Telling about my hobby and daily activity

Menuju pulau paling barat Indonesia (Day 3) : Wonosobo – Tangerang 504 km 05/06/2015

Filed under: MOTOR BIKE — montormiber @ 12:20
Tags: , ,

Setelah istirahat semalam di Wonosobo dan puas menikmati jamuan dari pak Eko Harmoni perjalanan selanjutnya adalah dengan tujuan Jakarta (tepatnya Tangerang).

DSCN2079

Siap siap berangkat dari Wonosobo

Karena disana sudah menunggu teman peturing juga namanya Jordie Anantama, Dia pendatang baru di dunia perturingan dengan memakai Yamaha NV. Dengan semangat tinggi Odie(panggilan akrabnya) ingin gabung menuju KM Nol Sabang.

Perjalanan kali ini melalui rute Wonosobo-Banjarnegara-Purwokerto-Ajibarang-Bumiayu-Ketanggungan-Losari-Cirebon-Jatibarang-Lohbener-Indramayu-Pamanukan-Karawang-Bekasi-Teluk Naga.

Wonosobo - Tangerang

Rencana jalur yang akan ditempuh hari ini

Jalanan lancar dan sempat istirahat isi bensin di SPBU Ketanggungan, tidak mau kehilangan waktu setelah refreshing sebentar lanjut Ketanggungan belok kiri telusuri jalan yang bersebelahan dengan rel KA dan sungai. Jam 14.00 sukses dan selamat memasuki Kota Cirebon. Sebenarnya pengin ketemuan dengan Om Iik Reksodiningrat tapi beluaunya sedang kerja jadi saya cuma sempatin refreshing aja minum teh botol dua dipinggir jalan.

Lanjut kan perjalanan menuju Bekasi, disinilah uji nyali pertama karena untuk menembus padatnya Jakarta diperlukan kesabaran yang kuat. Ujiannya adalah macet!. Ya macetnya jalan seputaran Karawang dab Bekasi karena pas lewat jalan tersebut pas bubaran pekerja. Apa boleh buat ya terpaksa ditembus, meski jari kiri terasa mati rasa karena per kopling udah duganti yang kaku buat racing….. saat seperti inilah pengin naik matic.

Akhirnya menjelang tengah malam saya sukses menembus Jakarta dan memasuki kawasan Teluknaga, begitu memasuki perumahan Garuda saya berhenti di Indomart dan ctc Odie.

Iklan
 

Menuju pulau paling barat Indonesia (Day 2) : Malang(Turen)-Wonosobo 450km 03/12/2014

Filed under: MOTOR BIKE — montormiber @ 06:29
Tags: , ,

Odo Start

day 2

Rute Turen-Wonosobo

Perjalanan saya lakukan saat pagi buta karena seperti bisanya untuk menghindari trafik sibuk di pagi hari, selain itu juga melakukan perjalanan saat kondisi segar adalah menghemat energi waktu bermacet ria di siang hari.
Kita selalu tidak tahu kondisi selama dalam perjalanan nantinya, makanya ini sebagai antisipasi saja.

Menembus udara kota Turen lanjut Gondanglegi, Kepanjen lalu Blitar, pagi yang cerah dan perjalanan lancar namun dinginnya serasa menembus tulang, untuk menghindari itu sengaja saya memakai dalaman yang agak tebal biar hangat.
Sesampai di kota Blitar sempat ragu keluar kota mau ambil jalur kiri apa kanan, karena saya agak ngeri juga melewati jalur tengkorak Surabaya-Solo dengan bus yang kayak setan larinya.
Tapi akhirnya saya tetapkan seperti rencana awal yaitu belok kanan via Srengat menuju Kediri dan tembus Sragen.

Kebiasaan saya adalah paling males kalau sudah riding untuk berhenti baik itu untuk keperluan makan, minum maupun buang air, saya sangat menikmati riding, apalagi kalau dilakukan seorang diri.
Namun akhirnya mikir juga saya sesampai di wilayah SPBU Padas, Ngawi, saya putuskan untuk berhenti, bukan untuk isi bensin karena satu tangki full motor saya bisa menempuh 440km tapi lebih kepada cek kondisi kendaraan mengingat perjalanan menuju Sabang masih ribuan kilometer lagi. Tentu saja sekalian mimik sama pipis.

Pemberhentian pertama di SPBU Padas, Ngawi

Setelah rehat sebentar lanjutkan perjalanan menuju Ngawi, Sragen ambil kanan tembus Salatiga lalu Ambarawa dan nyampai dengan selamat jam 12.01 di kediaman bapak Eko Harmoni, Wonosobo.

 

Review Oli Deltalube kemasan kuning 01/12/2014

Filed under: MOTOR BIKE — montormiber @ 16:59
Tags: , , , ,
oli hebat

oli hebat dan tahan lama

Sekedar sharing saja, saya putuskan memakai oli ini dalam perjalanan saya naik motor antara Denpasar-Sabang-Denpasar pada medio Agustus 2014.

Kesannya ini oli mantap banget, perjalanan saya tempuh dalam jarak 9099km, saya sengaja tidak ganti oli karena ingin membuktikan kualitas oli ini.
Saya beli per liter di Denpasar Rp 115.000,- sedikit agak mahal memang tapi saya puas dengan performanya.

Ngga nyesel dan tidak ada kendala selama menempuh perjalanan, hanya nambah oli sekitar 400cc. Mungkin ini karena penguapan.

Saya sangat merekomendasi pada teman rider, oli ini worthed banget.

 

Menuju pulau paling barat Indonesia (Day 1) : Denpasar – Malang 410km 06/10/2014

Filed under: MOTOR BIKE — montormiber @ 17:35
Tags: ,
Perkiraan jalur yang akan ditempuh, DPS-MLG via selatan

Perkiraan jalur yang akan ditempuh, DPS-MLG via selatan

Hari ini 28 Agustus 2014, saya membulatkan tekad untuk melakukan perjalanan sejauh hampir 4500km menuju kota Sabang di Pulau Weh, Aceh.

Posissi odometer saat start Denpasar

Setelah seharian kemarin mempersiapkan perbekalan dan kesiapan motor, tibalah saatnya sekarang memulai suatu perjalanan yang terjauh yang pernah saya lakukan dengan motor. Saya sengaja  berangkat pagi buta guna menghindari riuhnya situasi jalan antara Denpasar-Gilimanuk, terutama saat jam buka pasar dan jam dimlainya sekolah dan kantor. Pengalaman selama ini jalanan pasti krodit.

Beruntung cuaca sangat mendukung, tidak hujan meskipun sedikit berangin mengingat Australia sedang musim dingin jadi pada bulan-bulan ini angin lumayan kencang. Mudah-mudahan penyeberangan Gilimanuk-Ketapang lancar mengingat beberapa hari sebelumnya sempat diumumkan bahwa penyeberangan buka-tutup akibat angin dan ombak yang tinggi.

Berhubung masih pagi buta jadi jalanan lengang dan hanya para pedagang pasar saja yang terpantau seliweran dijalan. Poros jalan Denpasar-Gilimanuk sukses di tempuh dalam waktu 2jam 15menit, waktu “normal” saat jalanan sepi pakai sepeda motor.

Langsung masuk kapal ferry setelah membayar karcis Rp 19.000 di loket. Kapal juga hanya terisi setengahnya, lumayan bisa bebas milih tempat dikapal. Perjalanan kapal yang sebenarnya hanya di tempuh 40 menit, selalu harus ngetem dulu menunggu slot buat sandar di jembatan ponton, akibatnya waktu tempuh kapal ferry menjadi 1jam lebih sedikit. Mestinya bisa lebih lancar kalau jembatan ponton atau tempat sandar di tambah beberapa lagi dari sekarang yang hanya 3 buah, sedangkan kapal ferry yang aktif di hari-hari biasa sekitar 25 kapal.

Kapal ferry yang hanya terisi separo

tiada ombak, penyeberangan lancar jaya

Setalah sejam lebih “dipenjara” dalam kapal, saatnya keluar dan menikmati perjalanan selanjutnya. Keluar dari area parkir pelabuhan Ketapang, saya langsung belok kiri kearah kota Banyuwangi karena saya akan melanjutkan perjalanan sampai Turen (tempat lahir saya) via jalur selatan yaitu via Jember dan piket nol.

Terutama kota Jember, karena saya ada keperluan untuk melakukan tune up motor mekanik langganan yaitu mas Nyo. Kalau saya melintas via jalur selatan saya usahakan selalu kontak dulu dengan mas Nyo supaya dia mau meluangkan waktu untuk cek motor saya. Dia adalah mantan mekanik Suzuki dan mantan tuner balap liar maupun balap kompetisi, kerjaannya lumayan bagus. Namun sayang saat ini dia sudah tidak aktif sebagai mekanik, dia lebih banyak menggeluti dunia makelar, yaitu jual beli mobil dan motor.

Memasuki kota Banyuwangi mulai terasa kesibukan hari itu, jalanan terasa krodit karena para pegawai dan pejar sudah pada mulai memulai aktivitas ssehari-hari. Trafik terasa lamban dan sesekali macet… yah mesti sabar.

Perjalanan Ketapang-Jember saya tempuh kurang dari 2jam, sesampainya di Jember langsung menuju rumah mekanik dan istirahat sebentar sambil nunggu turunnya suhu mesin, karena kalau maksain buka baut-baut saat mesin masih panas akan beresiko oblak.

Karbu atau pengapian adalah tempat yang pertama di oprek, ganti spuyer main jet yang saya sudah pesan sama mekanik beberapa hari sebelumnya.

skip.. skip… tune up kelar, coba mesin ngga masalah langsung pamit setelah bayar ongkos kerja  Rp.50.000 plus part spuyer Ninja Rp.20.000. lumayan murah kan?

Hasilnya? lumayan, meski belom bisa bilang wow…. tarikan enteng jambakan mesin meningkat demikian juga akselerasi…. didukung oleh beberapa hari sebelumnya saya memang sudah ganti karet dumper punya Scorpio dan kampas kopling original di Bali, jadi klop dah… gir dengan ratio 15:39 pas. Padahal sebelumnya terasa getar saat belum ganti kampas kopling. saya pakai gir belakang 39 karena gir bawaan velg belakang GS500 merek Enkei agak berat sedikit di awal tapi dapat top speed yang meningkat. Mengingat nanti jalanan di Sumatera akan banyak trek lurusnya.

Namun nikung (cornerring) pun ngga masalah setelah coba jalanan antara piket nol sampai Dampit yang penuh tikungan selama sejam. Akhirnya si Pugachev mendarat dengan selamat di Kedok, Turen sore menjelang maghrib.

 

Misi lepaskan galau, bermotor sampai ujung barat Indonesia, Kilometer Nol Sabang! 16/08/2014

Filed under: MOTOR BIKE — montormiber @ 06:51
Tags:

Salah satu hobi saya adalah turing naik motor, selain Photography (yang sudah lama tidak saya lakukan). Selama ini saya biasa turing naik motor Bali-Jawa-Bali, hampir seluruh kota di Jawa sudah saya lewati selama sepuluh tahun terakhir. Turing naik motor terjauh yang saya lakukan adalah Denpasar-Duri-Denpasar, ya naik motor lintas Jawa Bali Sumatera, waktu itu perjalanan ini saya tempuh selama hampir dua mingguan.

Bagaimana rasanya? yang jelas pantat terasa kebal dan ada kepuasan bathin, meskipun sempat terlibat kecelakaan sekali di daerah Lubuklinggau. Tapi secara keseluruhan sangat memuaskan, bahkan ketagihan! kecelakaan yang terjadi adalah karena ke-tidakhati-hatian saya saja dan kurang waspada.

Bagaimana tidak? jalanan di Sumatera ternyata sangat menggoda iman dan kesabaran para rider, jalanannya mulus, lurus (biarpun banyak juga kelokannya) dan lebar. Musuh utamanya adalah monyet nyeberang, mobil dobel kabin dan truk perkebunan, bis lintas provinsi juga ada tapi tidak sebanyak di Jawa.

Saya sendiri heran campur kagum, meskipun banyak kepala daerah dan anggota DPRD yang tertangkap karena korupsi, ternyata mereka juga perduli dengan pembangunan jalan raya. Saya juga tidak tahu mungkin saja ini adalah dari uang para pengusaha HPH, karena banyak sekali perkebunan kelapa sawit dan karet di sepanjang jalan.

Kalau ditanya saya dapat apa dengan melakukan perjalanan itu?, well, secara material saya ngga dapat apa-apa, bahkan sebaliknya saya rugi material :(, rugi uang, rugi waktu, rugi macam-macamlah, apalagi perjalanan saya selalu tidak melibatkan sponsor, tapi kembali lagi pada tujuan awal, hobi sih…. tapi secara bathiniah saya puas dan banyak mendapatkan inspirasi selama melakukan perjalanan. Nggak bisa semuanya dinilai dengan materi.

Denpasar-Sabang-Denpasar

Denpasar-Sabang-Denpasar

Beberapa waktu lalu saya terlintas ide bagaimana kalau kali ini melakukan perjalanan yang sedikit lebih jauh, ke kilometer Nol di Sabang, Pulau Weh sana. Alamak!, jauh…. tapi ide ini selalu menghantui(bc. menggoda) pikiran saya.

Saya dengar juga sih selentingan bahwa Kilometer Nol adalah “mekkah“nya para rider!. agak berlebihan sebenarnya, tapi sebelum benar-benar menuju tanah suci Mekkah al-Mukarromah sana, ada baiknya juga kalau saya mencoba tantangan kecil menuju “mekkah“nya para rider.

Beberapa kali saya tengok motor kesayangan buatan tahun 2001 yang saya beli gress dari gaji pertama (ditambah tabungan bertahun-tahun ) saat pertama kali bekerja pakai dasi dulu, ciehhh.

Camouflage

Camouflage

Baiklah loreng, mari kita menata hati, siapkan bathin dan yang paling penting siapkan duit! buat merencanakan perjalanan jauh dalam waktu dekat ini.

 

Apa arti tulisan dan tanda pada ban? 12/08/2014

Filed under: MOTOR BIKE,Public Transportation — montormiber @ 21:02

ban1

1 Nama atau merek ban – Misalnya Continental, Dunlop, Goodyear, Michelin, Pirelli, dll

2 Model Ban. Mis Sport, Pilot, Elang dll

3 Ukuran ban – Lebar tapak ban dinyatakan dalam milimeter, yang dalam ilustrasi ini adalah 205; aspek rasio – ketinggian dinding samping ban sebagai persentase dari lebar, dalam hal ini adalah 55% dari 205mm; dan diameter ukuran roda ban dirancang agar sesuai, dinyatakan dalam inci. Dalam ilustrasi ini, 16 “. Huruf diantara angka-angka adalah jenis konstruksi yaitu ‘R’ Radial. Jadi ban ini adalah 205/55 R 16.

4. Penjelasan peruntukan – dalam contoh ini angka 91 menunjukkan kapasitas berat maksimum ban sesuai dengan tabel indeks beban resmi, yang diterjemahkan menjadi 615 Kg (lihat tabel di bawah). Huruf V menunjukkan rating kecepatan ban, dalam hal ini ban cocok untuk mobil yang mampu mencapai kecepatan kendaraan maksimum 149,1 mph (lihat tabel di bawah).

5. ECE (Economic Commission for Europe) Menyatakan bahwa sudah ssesuai dengan peraturan nomor 30 untuk Eropah – yang berarti bahwa ban tersebut memenuhi standar dari Badan Pengawas Eropa.

6 EEC Nomor Persetujuan Kebisingan, yang berarti bahwa kebisingan yang dihasilkan oleh ban berada dalam batas peraturan Eropah.

7 Kode pabrikan Departemen Transportasi Amerika (DOT).

8 Tanggal pembuatan. Hal ini penting karena umur ban dapat mempengaruhi kinerjanya. 2 angka pertama mengacu pada minggu dan angka 3 dan 4 mengacu pada tahun.

9. Penilaian UTQG (Uniform Tire Kualitas Grade) untuk Amerika.

10. Kemampuan maksimal daya muatan.

11. Kemampuan maksimal daya tekanan.

12. Menunjukkan jenis konstruksi tubeless.

13. Peringatan Keselamatan mengacu pada bahaya saat kurang tekanan angin / kelebihan tekanan angin dan pemasangan ban bersama-sama dengan risiko atas tekanan ban. Hal ini sangat penting karena penelitian menunjukkan bahwa hingga ¾ dari mobil di jalan Eropah salah dalam penerapan tekanan ban.

14. Arah rotasi yang berhubungan dengan perputaran ban. Ban ini dirancang untuk berputar dalam satu arah saja yang ditunjukkan di dinding samping oleh tanda panah.

15. Tanda Luar/dalam dinding samping mengacu pada pemasangan ban asimetris. Artinya ban ini memiliki pola tapak yang berbeda pada sisi dalam dan luar, menjelaskan peningkatan kinerja, dan harus dilakukan pemasangan dengan benar.

16. Beban ekstra, jenis mana yang berlaku.

17. TWI (tread wear indicators) menunjukkan lokasi indikator keausan tapak, yang memperlihatkan dasar tapak sebagai peringatan visual pada saat ban mendekati atau pada kedalaman tapak minimum.

Semoga berguna

 

Bagaimana membuat SIM International? 14/07/2014

Proses  pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) internasional buat Warga Negara Indonesia (WNI) ternyata sangat mudah. Seluruh tahapan hanya berlangsung 15 menit, dengan syarat semua berkas dan keperluan sudah disiapkan.

Syarat
Pemohon hanya perlu membawa paspor, SIM Indonesia yang masih berlaku, Kartu Tanda Penduduk (KTP), tiga lembar foto ukuran 4X6 dengan latar belakang berwarna biru, dan materai Rp 6.000. Selain itu siapkan juga foto copypaspor, SIM, dan KTP.

Semua berkas yang disebutkan sesuai dengan UU No. 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan, pasal 85 ayat (50) Pemegang Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat memeroleh Surat Izin Mengemudi Internasional yang diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Jika semua berkas sudah siap, pemohon –tidak bisa diwakilkan- mendatangi satu-satunya lokasi pembuatan, yakni di Korps Lalu Lintas Polri Bid Redigent Subbid Pengemudi bagian pelayanan SIM Internasional. Lokasi itu beralamat di Jl Letjen MT Haryono Kav 37-38, Jakarta.

Sebelumnya, SIM Internasional diterbitkan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI). Namun berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2010, penerbit diambil alih oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sejak tanggal 3 Desember 2010.

Proses
Setelah sampai di lokasi, pemohon mengambil tiket antrean kemudian menunggu giliran. Setelah dipanggil, menuju loket lalu menyerahkan semua berkas. Jika petugas menyatakan valid, pemohon diizinkan mengisi formulir “Permohonan SIM Internasional” yang isinya wajib ditulis identitas pribadi dan permintaan golongan SIM Internasional.

Terdapat lima golongan SIM Internasional, lebih lengkap bisa dilihat di bawah artikel. Setelah semua keterangan diisi, pemohon harus membubuhkan tanda tangan di atas materai.

Proses selanjutnya administrasi pembayaran. Untuk pembuatan baru dikenakan biaya Rp 250.000, jika perpanjangan Rp 225.000. Setelah itu pemohon menyerahkan bukti pembayaran ke operator di loket untuk pendataan dan produksi. Sebelum dicetak, pastikan semua data yang tertera di SIM Internasional sama dengan indentitas resmi.

Setelah rampung, petugas akan melakukan legalisasi berupa stempel dan emboss. Seluruh proses pembuatan SIM Internasional selesai.

Masa berlaku
Dasar penerbitan SIM Internasional adalah kesepakatan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalamVienna Convention on Road Traffic tahun 1968, hasil penyempurnaan dari Geneva Convention on Road Traffic tahun 1949 dan sebelumnya Paris Convention on Motor Traffic tahun 1926.

SIM Internasional dari Indonesia berlaku selama tiga tahun. Bisa digunakan untuk mengemudikan kendaraan bermotor di negara yang juga menerbitkan SIM Internasional.

Golongan SIM Internasional
A
. Sepeda motor dengan atau tanpa gandengan, kendaraan khusus untuk orang cacat dan kendaraan bermotor roda tiga dengan berat kosong tidak lebih dari 400 kg (900 lbs).

B. Kendaraan bermotor selain kategori A, dengan massa maksimum yang diperbolehkan 3.500 kg. Memiliki tidak lebih dari delapan kursi penumpang selain kursi pengemudi.

C. Kendaraan bermotor yang digunakan untuk mengangkut barang dengan massa maksimum yang diizinkan lebih dari 3.500 kg (7.700 lbs). Kendaraan jenis ini boleh menarik trailer ringan.

D. Kendaraan bermotor yang digunakan untuk mengangkut penumpang dengan memiliki tidak lebih dari delapan kursi selain kursi pengemudi.

E. Kombinasi dari kendaraan yang kendaraan utamanya ada di dalam kategori-kategori yang pengemudi diberikan izin mengemudi (B dan / atau C dan / atau D), tetapi tidak termasuk dalam kategori yang telah ditentukan.

Negara yang mengeluarkan SIM Internasional

Nama Negara

Nama Negara

Nama Negara

Afganistan

Yunani

Oman

Albania

Grenada

Pakistan

Algeria

Guatemala

Panama

Andorra

Guernsey

Papua New Guinea

Angola

Guinea

Paraguay

Antigua

Guinea-Bissau

Peru

Argentina

Guyana

Filipina

Armenia

Haiti

Polandia

Australia

Honduras

Polynesia

Austria

Hong Kong

Portugal

Azerbaijan

Hungary

Madeira & Azores

Bahamas

Iceland

Principe

Bahrain

India

Qatar

Bangladesh

Indonesia

Romania

Barbados

Iran

Rwanda

Belarus

Ireland

Russia

Belgium

Israel

San Marion

Belize

Italy

Sao Tome

Benin

Ivory Coast

Saudi Arabia

Bhutan

Jamaica

Senegal

Bolivia

Japan

Seychelles

Brazil

Jersey

Sierra Leone

Botswana

Jordan

Singapore

Brunei

Kampuchea

Slovakia

Bulgaria

Kazakhstan

Slovenia

Burkina Faso

Kenya

Spain

C.I.S.

Korea (Rep.)

South Africa

Cameroon

Kuwait

Sri Lanka

Canada

Kyrgyzstan

St.Christopher, Nevis & Anguilla

Cape Verde Island

Laos

Surinam

Cayman Islands

Latvia

Swaziland

Central African Republic

Lebanon

Sweden

Chad

Leone

Switzerland

Chile

Lesotho

Sudan

China

Liberia

Syria

Colombia

Libya

Taiwan

Comoros

Liechtenstein

Tajikistan

Congo

Lithuania

Tanzania

Costa Rica

Luxembourg

Thailand

Croatia

Macao

Togo

Cuba

Madagascar

Trinidad & Tobago

Curacao

Malawi

Tunisia

Cyprus

Malaysia

Turkey

Czech Rep.

Mali

Turkmenistan

Denmark

Malta

Uruguay

Djibouti

Mauritania

Uganda

Dominican Rep.

Mauritius

Ukraine

Ecuador

Mexico

United Arab Emirates

Egypt

Monaco

United Kingdom

El Salvador

Moldova

United States of America

Equatorial Guinea

Morocco

Uzbekistan

Estonia

Montserrat

Vatican City

Fiji

Mozambique

Venezuela

Finland

Myanmar

Verde Islands

France

Namibia

Vietnam

(include French overseas)

Nepal

Western Samoa

French Polynesia

Netherlands

Windward Islands

Gabon

New Caledonia

Yemen (Rep.)

Gambia

New Guinea

Yugoslavia

Germany

New Zealand

Zaire

Georgia

Nicaragua

Zambia

Ghana

Niger

Zimbabwe

Gibraltar

Norway

 

 Sumber : Kompas Otomotif, wikipedia