Montormiber's Blog

Telling about my hobby and daily activity

Menuju pulau paling barat Indonesia (Day 1) : Denpasar – Malang 410km 06/10/2014

Filed under: MOTOR BIKE — montormiber @ 17:35
Tags: ,
Perkiraan jalur yang akan ditempuh, DPS-MLG via selatan

Perkiraan jalur yang akan ditempuh, DPS-MLG via selatan

Hari ini 28 Agustus 2014, saya membulatkan tekad untuk melakukan perjalanan sejauh hampir 4500km menuju kota Sabang di Pulau Weh, Aceh.

Posissi odometer saat start Denpasar

Setelah seharian kemarin mempersiapkan perbekalan dan kesiapan motor, tibalah saatnya sekarang memulai suatu perjalanan yang terjauh yang pernah saya lakukan dengan motor. Saya sengaja  berangkat pagi buta guna menghindari riuhnya situasi jalan antara Denpasar-Gilimanuk, terutama saat jam buka pasar dan jam dimlainya sekolah dan kantor. Pengalaman selama ini jalanan pasti krodit.

Beruntung cuaca sangat mendukung, tidak hujan meskipun sedikit berangin mengingat Australia sedang musim dingin jadi pada bulan-bulan ini angin lumayan kencang. Mudah-mudahan penyeberangan Gilimanuk-Ketapang lancar mengingat beberapa hari sebelumnya sempat diumumkan bahwa penyeberangan buka-tutup akibat angin dan ombak yang tinggi.

Berhubung masih pagi buta jadi jalanan lengang dan hanya para pedagang pasar saja yang terpantau seliweran dijalan. Poros jalan Denpasar-Gilimanuk sukses di tempuh dalam waktu 2jam 15menit, waktu “normal” saat jalanan sepi pakai sepeda motor.

Langsung masuk kapal ferry setelah membayar karcis Rp 19.000 di loket. Kapal juga hanya terisi setengahnya, lumayan bisa bebas milih tempat dikapal. Perjalanan kapal yang sebenarnya hanya di tempuh 40 menit, selalu harus ngetem dulu menunggu slot buat sandar di jembatan ponton, akibatnya waktu tempuh kapal ferry menjadi 1jam lebih sedikit. Mestinya bisa lebih lancar kalau jembatan ponton atau tempat sandar di tambah beberapa lagi dari sekarang yang hanya 3 buah, sedangkan kapal ferry yang aktif di hari-hari biasa sekitar 25 kapal.

Kapal ferry yang hanya terisi separo

tiada ombak, penyeberangan lancar jaya

Setalah sejam lebih “dipenjara” dalam kapal, saatnya keluar dan menikmati perjalanan selanjutnya. Keluar dari area parkir pelabuhan Ketapang, saya langsung belok kiri kearah kota Banyuwangi karena saya akan melanjutkan perjalanan sampai Turen (tempat lahir saya) via jalur selatan yaitu via Jember dan piket nol.

Terutama kota Jember, karena saya ada keperluan untuk melakukan tune up motor mekanik langganan yaitu mas Nyo. Kalau saya melintas via jalur selatan saya usahakan selalu kontak dulu dengan mas Nyo supaya dia mau meluangkan waktu untuk cek motor saya. Dia adalah mantan mekanik Suzuki dan mantan tuner balap liar maupun balap kompetisi, kerjaannya lumayan bagus. Namun sayang saat ini dia sudah tidak aktif sebagai mekanik, dia lebih banyak menggeluti dunia makelar, yaitu jual beli mobil dan motor.

Memasuki kota Banyuwangi mulai terasa kesibukan hari itu, jalanan terasa krodit karena para pegawai dan pejar sudah pada mulai memulai aktivitas ssehari-hari. Trafik terasa lamban dan sesekali macet… yah mesti sabar.

Perjalanan Ketapang-Jember saya tempuh kurang dari 2jam, sesampainya di Jember langsung menuju rumah mekanik dan istirahat sebentar sambil nunggu turunnya suhu mesin, karena kalau maksain buka baut-baut saat mesin masih panas akan beresiko oblak.

Karbu atau pengapian adalah tempat yang pertama di oprek, ganti spuyer main jet yang saya sudah pesan sama mekanik beberapa hari sebelumnya.

skip.. skip… tune up kelar, coba mesin ngga masalah langsung pamit setelah bayar ongkos kerja  Rp.50.000 plus part spuyer Ninja Rp.20.000. lumayan murah kan?

Hasilnya? lumayan, meski belom bisa bilang wow…. tarikan enteng jambakan mesin meningkat demikian juga akselerasi…. didukung oleh beberapa hari sebelumnya saya memang sudah ganti karet dumper punya Scorpio dan kampas kopling original di Bali, jadi klop dah… gir dengan ratio 15:39 pas. Padahal sebelumnya terasa getar saat belum ganti kampas kopling. saya pakai gir belakang 39 karena gir bawaan velg belakang GS500 merek Enkei agak berat sedikit di awal tapi dapat top speed yang meningkat. Mengingat nanti jalanan di Sumatera akan banyak trek lurusnya.

Namun nikung (cornerring) pun ngga masalah setelah coba jalanan antara piket nol sampai Dampit yang penuh tikungan selama sejam. Akhirnya si Pugachev mendarat dengan selamat di Kedok, Turen sore menjelang maghrib.

Iklan
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s