Montormiber's Blog

Telling about my hobby and daily activity

Apa arti tulisan dan tanda pada ban? 12/08/2014

Filed under: MOTOR BIKE,Public Transportation — montormiber @ 21:02

ban1

1 Nama atau merek ban – Misalnya Continental, Dunlop, Goodyear, Michelin, Pirelli, dll

2 Model Ban. Mis Sport, Pilot, Elang dll

3 Ukuran ban – Lebar tapak ban dinyatakan dalam milimeter, yang dalam ilustrasi ini adalah 205; aspek rasio – ketinggian dinding samping ban sebagai persentase dari lebar, dalam hal ini adalah 55% dari 205mm; dan diameter ukuran roda ban dirancang agar sesuai, dinyatakan dalam inci. Dalam ilustrasi ini, 16 “. Huruf diantara angka-angka adalah jenis konstruksi yaitu ‘R’ Radial. Jadi ban ini adalah 205/55 R 16.

4. Penjelasan peruntukan – dalam contoh ini angka 91 menunjukkan kapasitas berat maksimum ban sesuai dengan tabel indeks beban resmi, yang diterjemahkan menjadi 615 Kg (lihat tabel di bawah). Huruf V menunjukkan rating kecepatan ban, dalam hal ini ban cocok untuk mobil yang mampu mencapai kecepatan kendaraan maksimum 149,1 mph (lihat tabel di bawah).

5. ECE (Economic Commission for Europe) Menyatakan bahwa sudah ssesuai dengan peraturan nomor 30 untuk Eropah – yang berarti bahwa ban tersebut memenuhi standar dari Badan Pengawas Eropa.

6 EEC Nomor Persetujuan Kebisingan, yang berarti bahwa kebisingan yang dihasilkan oleh ban berada dalam batas peraturan Eropah.

7 Kode pabrikan Departemen Transportasi Amerika (DOT).

8 Tanggal pembuatan. Hal ini penting karena umur ban dapat mempengaruhi kinerjanya. 2 angka pertama mengacu pada minggu dan angka 3 dan 4 mengacu pada tahun.

9. Penilaian UTQG (Uniform Tire Kualitas Grade) untuk Amerika.

10. Kemampuan maksimal daya muatan.

11. Kemampuan maksimal daya tekanan.

12. Menunjukkan jenis konstruksi tubeless.

13. Peringatan Keselamatan mengacu pada bahaya saat kurang tekanan angin / kelebihan tekanan angin dan pemasangan ban bersama-sama dengan risiko atas tekanan ban. Hal ini sangat penting karena penelitian menunjukkan bahwa hingga ¾ dari mobil di jalan Eropah salah dalam penerapan tekanan ban.

14. Arah rotasi yang berhubungan dengan perputaran ban. Ban ini dirancang untuk berputar dalam satu arah saja yang ditunjukkan di dinding samping oleh tanda panah.

15. Tanda Luar/dalam dinding samping mengacu pada pemasangan ban asimetris. Artinya ban ini memiliki pola tapak yang berbeda pada sisi dalam dan luar, menjelaskan peningkatan kinerja, dan harus dilakukan pemasangan dengan benar.

16. Beban ekstra, jenis mana yang berlaku.

17. TWI (tread wear indicators) menunjukkan lokasi indikator keausan tapak, yang memperlihatkan dasar tapak sebagai peringatan visual pada saat ban mendekati atau pada kedalaman tapak minimum.

Semoga berguna

Iklan
 

Bagaimana membuat SIM International? 14/07/2014

Proses  pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) internasional buat Warga Negara Indonesia (WNI) ternyata sangat mudah. Seluruh tahapan hanya berlangsung 15 menit, dengan syarat semua berkas dan keperluan sudah disiapkan.

Syarat
Pemohon hanya perlu membawa paspor, SIM Indonesia yang masih berlaku, Kartu Tanda Penduduk (KTP), tiga lembar foto ukuran 4X6 dengan latar belakang berwarna biru, dan materai Rp 6.000. Selain itu siapkan juga foto copypaspor, SIM, dan KTP.

Semua berkas yang disebutkan sesuai dengan UU No. 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan, pasal 85 ayat (50) Pemegang Surat Izin Mengemudi sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat memeroleh Surat Izin Mengemudi Internasional yang diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Jika semua berkas sudah siap, pemohon –tidak bisa diwakilkan- mendatangi satu-satunya lokasi pembuatan, yakni di Korps Lalu Lintas Polri Bid Redigent Subbid Pengemudi bagian pelayanan SIM Internasional. Lokasi itu beralamat di Jl Letjen MT Haryono Kav 37-38, Jakarta.

Sebelumnya, SIM Internasional diterbitkan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI). Namun berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2010, penerbit diambil alih oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sejak tanggal 3 Desember 2010.

Proses
Setelah sampai di lokasi, pemohon mengambil tiket antrean kemudian menunggu giliran. Setelah dipanggil, menuju loket lalu menyerahkan semua berkas. Jika petugas menyatakan valid, pemohon diizinkan mengisi formulir “Permohonan SIM Internasional” yang isinya wajib ditulis identitas pribadi dan permintaan golongan SIM Internasional.

Terdapat lima golongan SIM Internasional, lebih lengkap bisa dilihat di bawah artikel. Setelah semua keterangan diisi, pemohon harus membubuhkan tanda tangan di atas materai.

Proses selanjutnya administrasi pembayaran. Untuk pembuatan baru dikenakan biaya Rp 250.000, jika perpanjangan Rp 225.000. Setelah itu pemohon menyerahkan bukti pembayaran ke operator di loket untuk pendataan dan produksi. Sebelum dicetak, pastikan semua data yang tertera di SIM Internasional sama dengan indentitas resmi.

Setelah rampung, petugas akan melakukan legalisasi berupa stempel dan emboss. Seluruh proses pembuatan SIM Internasional selesai.

Masa berlaku
Dasar penerbitan SIM Internasional adalah kesepakatan Perserikatan Bangsa-Bangsa dalamVienna Convention on Road Traffic tahun 1968, hasil penyempurnaan dari Geneva Convention on Road Traffic tahun 1949 dan sebelumnya Paris Convention on Motor Traffic tahun 1926.

SIM Internasional dari Indonesia berlaku selama tiga tahun. Bisa digunakan untuk mengemudikan kendaraan bermotor di negara yang juga menerbitkan SIM Internasional.

Golongan SIM Internasional
A
. Sepeda motor dengan atau tanpa gandengan, kendaraan khusus untuk orang cacat dan kendaraan bermotor roda tiga dengan berat kosong tidak lebih dari 400 kg (900 lbs).

B. Kendaraan bermotor selain kategori A, dengan massa maksimum yang diperbolehkan 3.500 kg. Memiliki tidak lebih dari delapan kursi penumpang selain kursi pengemudi.

C. Kendaraan bermotor yang digunakan untuk mengangkut barang dengan massa maksimum yang diizinkan lebih dari 3.500 kg (7.700 lbs). Kendaraan jenis ini boleh menarik trailer ringan.

D. Kendaraan bermotor yang digunakan untuk mengangkut penumpang dengan memiliki tidak lebih dari delapan kursi selain kursi pengemudi.

E. Kombinasi dari kendaraan yang kendaraan utamanya ada di dalam kategori-kategori yang pengemudi diberikan izin mengemudi (B dan / atau C dan / atau D), tetapi tidak termasuk dalam kategori yang telah ditentukan.

Negara yang mengeluarkan SIM Internasional

Nama Negara

Nama Negara

Nama Negara

Afganistan

Yunani

Oman

Albania

Grenada

Pakistan

Algeria

Guatemala

Panama

Andorra

Guernsey

Papua New Guinea

Angola

Guinea

Paraguay

Antigua

Guinea-Bissau

Peru

Argentina

Guyana

Filipina

Armenia

Haiti

Polandia

Australia

Honduras

Polynesia

Austria

Hong Kong

Portugal

Azerbaijan

Hungary

Madeira & Azores

Bahamas

Iceland

Principe

Bahrain

India

Qatar

Bangladesh

Indonesia

Romania

Barbados

Iran

Rwanda

Belarus

Ireland

Russia

Belgium

Israel

San Marion

Belize

Italy

Sao Tome

Benin

Ivory Coast

Saudi Arabia

Bhutan

Jamaica

Senegal

Bolivia

Japan

Seychelles

Brazil

Jersey

Sierra Leone

Botswana

Jordan

Singapore

Brunei

Kampuchea

Slovakia

Bulgaria

Kazakhstan

Slovenia

Burkina Faso

Kenya

Spain

C.I.S.

Korea (Rep.)

South Africa

Cameroon

Kuwait

Sri Lanka

Canada

Kyrgyzstan

St.Christopher, Nevis & Anguilla

Cape Verde Island

Laos

Surinam

Cayman Islands

Latvia

Swaziland

Central African Republic

Lebanon

Sweden

Chad

Leone

Switzerland

Chile

Lesotho

Sudan

China

Liberia

Syria

Colombia

Libya

Taiwan

Comoros

Liechtenstein

Tajikistan

Congo

Lithuania

Tanzania

Costa Rica

Luxembourg

Thailand

Croatia

Macao

Togo

Cuba

Madagascar

Trinidad & Tobago

Curacao

Malawi

Tunisia

Cyprus

Malaysia

Turkey

Czech Rep.

Mali

Turkmenistan

Denmark

Malta

Uruguay

Djibouti

Mauritania

Uganda

Dominican Rep.

Mauritius

Ukraine

Ecuador

Mexico

United Arab Emirates

Egypt

Monaco

United Kingdom

El Salvador

Moldova

United States of America

Equatorial Guinea

Morocco

Uzbekistan

Estonia

Montserrat

Vatican City

Fiji

Mozambique

Venezuela

Finland

Myanmar

Verde Islands

France

Namibia

Vietnam

(include French overseas)

Nepal

Western Samoa

French Polynesia

Netherlands

Windward Islands

Gabon

New Caledonia

Yemen (Rep.)

Gambia

New Guinea

Yugoslavia

Germany

New Zealand

Zaire

Georgia

Nicaragua

Zambia

Ghana

Niger

Zimbabwe

Gibraltar

Norway

 

 Sumber : Kompas Otomotif, wikipedia

 

Penampakan New Honda Jazz (Fit) 2014 16/03/2014

Filed under: Public Transportation,Uncategorized — montormiber @ 10:12
Tags: , ,

Mobil sedan Honda Fit atau Honda Jazz di Indonesia sangat membumi, terakhir sih saya lihat type RS yang lalu lalang di Indonesia.
Saat berkesempatan ke Tokyo beberapa waktu lalu saya menemukan sosok Honda Fit dengan bokong yang tidak biasa, saya pikir ini Honda Jazz generasi berikutnya. Saya tidak tahu apakah type ini juga sudah dipasarkan di Indonesia?.

Bukan itu saja karena trend saat ini adalah mobil hybrid, saya juga beberapa kali menemukan Jazz yang ada emblem belakang “Hybrid” berarti nambah lagi dong type terbaru….

 

Ganti ban baru, taruh depan apa belakang? 08/04/2013

Filed under: Public Transportation — montormiber @ 18:06
Tags: , ,

Persepsi Awam
————–
Ada yang pernah ganti ban mobil dibengkel? saya yakin pernah, entah itu
motor atau mobil (tapi yg dites disini mobil).
Pas ganti ban, saya rasa jarang yang ganti sekaligus 4 ban, biasanya 2
saja. Nah…yang 2 ban baru itu dipasang dimana?? saya yakin kebanyakan
memasang didepan..bener ga??..
Pengalaman pribadi, orang bengkelnya sendiri meyarankan Ban yang baru
dipasang didepan.
Secara Logika Awam, betulkan dipasang didepan? kan paling deket sama
kemudi. apalagi klo penggerak rodanya depan, pasti makin oke kemudinya
klo yang baru dipasang didepan. APA BENER BEGITU??

Produsen Ban
———-
Nah tapi klo kata produsen ban, itu logika yang SALAH.
Daya cengkeram yang baik diroda depan akan membuat mobil mudah mengalami
gejala oversteer, terutama disaat basah dan hal itu membahayakan dari
sisi safety. APA BENER BEGITU???

Kesimpulan
———-
Setelah dites, kesimpulannya adalah :
Bila Ban yang paling baik kondisinya (Ban Baru) ditempatkan didepan,
kemudi mudah sekali oversteer dan membuatnya menjadi tidak terkontrol.
Bila Ban yang paling baik kondisinya (Ban Baru) ditempatkan dibelakang,
kemudi akan mengalami gejala Understeer berlebih, namun hal ini tidak
membuat mobil menjadi sulit dikendalikan.
Jadi yang BENAR adalah….PRODUSEN BAN.
So…kalo lain kali ganti 2 ban…Pasang ban yang baru dibelakang

Oversteer…menyebabkan ban belakang ngepot (bahasa gaulnya iss:) dan
keadaan ini ga mudah diatasi oleh orang awam, karena yg bergerak liar
adalah ban belakang, sebagai akibat ban depan terlalu kuat mencengkeram
jalanan, tetapi tidak begitu dengan ban belakang. Salah2 bisa kebalik tu
mobil.

Understeer…menyebabkan ban depan sulit berbelok karena ban belakang
tetap pada posisinya sebagai akibat dari kuatnya cengkeram ban belakang
daripada ban depan. namun hal ini sangat mudah diatasi, karena hanya
membutuhkan usaha yang sedikit lebih untuk memutar kemudi agar ban depan
mudah dikendalikan.

Nah…ngomong soal ban…kita juga sering lupa ni sama ban yang satu ini.
ingetnya klo dah darurat aja…Apa lagi klo bukan BAN SEREP.
Ban yang satu ini sering terlupakan, tetapi ternyata jangan menunggu
Bocor baru dipasang. BAN SEREP HARUS DIROTASI berkala. Karena Perubahan
bentuk dan mengerasnya karet ban bisa menjadi masalah.
Dengan merotasi secara berkala, selain memperpanjang usia penggunaan ban
secara keseluruhan, tingkat keausan merata juga akan diperoleh.

Source : dari berbagai sumber

 

Tanda keur (kir) mobil umum (plat kuning), kenapa mesti dua bahasa? 10/03/2012

Filed under: Public Transportation — montormiber @ 17:54
Tags: , , ,

Kalau kita amati secara seksama, tanda lulus keur pada mobil plat kuning (bc. mobil umum) yang dilakukan enam bulan sekali, yang berupa cat atau sticker yang tertera di body kendaraan ternyata selalu dibuat dwi bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa inggris.

Saya bertanya-tanya kenapa harus ada bahasa inggris segala?
Coba perhatikan,

Lalu kira-kira apa benefitnya sampai ada tulisan bahasa linggis inggris disana?
Kalau truk atau bis yang melayani (misalnya) trayek Pontianak(Kalimantan)-Kuching(Malaysia) saya bisa mengerti, karena lintas antar negara.

Lha kalau alasannya untuk sopir, saya kira bukan. Polisi? lha untuk apa? sebab kalaupun mau nilang juga pakai bahasa Indonesia….

Tolong dong ada yang tahu alasannya?

 

Trans Sarbagita, akankah jadi solusi transportasi di Denpasar? 19/02/2012

Filed under: Public Transportation — montormiber @ 11:54
Tags: , ,

<img src="

” alt=”” />
Ini kali kedua saya mencoba naik angkutan umum kota Denpasar bis trans sarbagita, kali ini saya naik dari Nusa Dua ke Pesanggaran Denpasar kota.

Seperti pada pengalaman pertama dulu, saya sulit menemukan informasi mengenai letak halte bis ini, nanya sama seseorang disekitar saya lakukan tapi setelah orang ketiga yang saya tanya baru bisa ngasih info dimana halte bis tersebut.

Untuk kawasan BTDC Nusadua hanya ada 2 halte yaitu BTDC 1 disekitar Bali Collection dan BTDC 2 yang letaknya diseberang hotel Club Med. Idealnya sih ada 4 di kawasan ini, jadi kalau mau nyari ngga usah jalan jauh-jauh.

Setelah menunggu sekitar 15 menit datanglah bis yang ditunggu, mbak kondektur mengucapkan salam “selamat Pagi” sebagai standar salam ke penumpang, bis berisi sekitar 10 orang dari kapasitas tempat duduk 25 seat. Lumayan dingin karena AC di set ke 23,5 derajad, panas badan sehabis jalan kaki terobati dengan dinginnya AC.

Setelah bayar 3500 rupiah untuk dewasa saya terima karcis yang tertulis harga tsb.
Memasuki halte depan Hardys Nusadua, ada 2 penumpang bule yang akan menuju Central Parkir Kuta, wah rupanya turispun sudah “ngeh” sama sarana transportasi ini.

Jalur yang dilalui untuk koridor Nusadua-Batubulan adalah : Nusadua(BTDC)-Jimbaran-SimpangSiur-CentralParkir-SunsetRoad-Sanur-Tohpati-Batubulan.
Karena ini hari minggu, traffic lancar jaya bahkan bis bisa melaju 60-70 di area Jimbaran. Tapi waktu pertama saya naik dulu, jam 5 sore pas jam sibuk eh, masih juga belok ke CentralParkir(emang udah jalurnya), ini yang harus dipikirkan kedepannya, hindari masuk jalur ini apalagi ini bis besar, waktu itu saya menghabiskan 30 menit untuk melewati raya Kuta dan SunsetRoad. Idealnya pakai bis kecil sebagai feeder untuk jalur macet ini.

Tapi karena hari libur maka bis lebih leluasamelibas jalan,akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam saya turun di halte Pesanggaran.

Ada beberapa masukan untuk pengelola bis ini kalau mau maju.
– Mbak kondektur sudah tidak lagi menyebut halte berikutnya sebagaimana pada awal-awal bis ini mulai beroperasi dulu. Sebenarnya ngga usahlah kondektur yang ngomong kalau males, bikin aja rekaman sedemikian rupa sehingga pak sopir tinggal pencet tombol yang berbunyi kira-kira “Terima kasih anda telah menggunakan jasa Bis Trans Sarbagita, bis ini dengan tujuan akhir …., pemberhentian berikutnya adalah halte…..” demikian kira-kira, sementara mungkin bisa dalam Inggris sebagai bahasa kedua.

– Tidak ada informasi jam pemberangkatan (time table)di halte (khususnya Nusadua) ini sangat penting jadi kita bisa antisipasi.

– Sebaiknya bis kapasitas besar hanya melayani jalur bypass saja, sedang untuk Central Parkir kuta ke Bypass disediakan bis feeder yang lebih kecil, sehingga lebih cepat dijalan macet kawasan legian dan Kuta.
Feeder yang sangat penting adalah
Bandara ke Patung Ngurah Rai,
Pantai Kuta/Kuta Square ke Bypass,
Central Parkir/Legian ke Simpang Dewa Ruci,
Seminyak ke Simpang Dewa Ruci,
Diponegoro ke Pesanggaran,
Hayamwuruk/Renon ke Sanur.

– Untuk penumpang yang mau ke Bandara saat ini tidak mungkin menggunakan jasa bis ini karena tidak ada halte di sekitar Patung Ngurah Rai. Patut disayangkan.

Memang ini sangat jauh dari sempurna tapi langkah pemkot Denpasar patut kita hargai, mudah-mudahan kedepan sistem transportasi di Denpasar bisa berkembang dengan baik.