Montormiber's Blog

Telling about my hobby and daily activity

Daftar hari libur nasional dan cuti bersama 2015 07/05/2014

Memang masih jauh untuk memasuki tahun 2015, tapi apa salahnya kalau kita merencanakan liburan jauh-jauh hari sebelumnya. Ini sangat bermanfaat terutama untuk mempersiapkan agenda, urusan keluarga dan lain-lain. Bahkan dengan semakin banyaknya penerbangan murah LCC (Low cost Carrier) hunting tiket murah jauh-jauh hari adalah sesuatu yang menantang.

kalender 2015

Silakan simak daftar liburan tahun 2015 yang sudah di release pemerintah hari ini.

Januari:
Kamis, 1 Januari – Libur Tahun Baru 2015
Sabtu, 3 Januari – Maulid Nabi Muhammad SAW
Februari:
Kamis, 19 Februari – Tahun Baru Imlek 2566 Kongzili

Maret:
Sabtu, 21 Maret – Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1937

April:
Jumat, 3 April – Wafat Yesus Kristus

Mei:
Jumat, 1 Mei – Hari Buruh Internasional
Kamis, 14 Mei – Kenaikan Yesus Kristus

Juni:
Selasa, 2 Juni – Hari Raya Waisak 2558

Juli:
Jumat-Sabtu 17-18 Juli – Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriyah

Agustus:
Senin, 17 Agustus – Hari Kemerdekaan RI
September:
Kamis, 24 September – Hari Raya Idul Adha 1436 H

Oktober:
Rabu, 14 Oktober – Tahun Baru Islam 1437 H

Desember:
Jumat, 25 Desember – Hari Raya Natal

Cuti bersama 2015:

15,16 dan 20 (Rabu, Kamis dan Senin) Juli – Hari Raya Idul Fitri 1436H

Kamis, 24 Desember – Hari Raya Natal

Iklan
 

Visit Suzuka circuit and Moriwaki racing team 24/04/2014

Ngga nyangka bener akhirnya saya bisa mampir ke Suzuka circuit dalam kunjungan ke Jepang kali ini.
Awalnya sih cuma mau nemuin Ms Midori (Dir of Moriwaki Engineering) yang sempat ketemu di Bali Oktober 2013 lalu. Iseng saya tanya kegiatan Ms Midori awal Januari ini, eh dia jawab sampai tgl 5 Jan akan sibuk karena baru buka kantor tapi setelah tanggal itu boleh kalau mau main-main. Wah kebetulan sepulang dari Fukuoka saya mampir Osaka beberapa hari, lalu on the way Tokyo saya pilih naik bus saja kalau gitu.
Akhirnya jadilah saya naik bus jurusan Umeda-Yokkaichi kemudian disambung naik kereta menuju Suzuka.
Bus on rest area

Nyampai di Suzuka agak kepagian.
Suzuka
Karena rencana saya akan tinggal di hotel yang sudah di bantu reservasi oleh team Moriwaki.
Saya tiba di Suzuka Jam 11 sedang waktu check in jam 3sore, wah masih ada banyak waktu nih buat ngisi waktu sampai check in time. Setelah check in dan nitip koper di front desk akhirnya saya coba jalan sambil nyari pengisi perut karena dari pagi cuma makan roti. Ada hal surprise saat saya lagi proses check in, Ms Moriwaki pas nelpun untuk konfirmasi dan janjian besok saya dijemput di lobby jam 9 pagi. Agak susah-susah gampang makanan yang cocok buat ngisi perut indonesia di Jepang ini, setelah jalan beberapa meter kelihatan dikejauhan ada Yoshinoya, bolehlah akhirnya pesan Gyudon nami(semacam nasi dengan topping daging sapi yang diiris tipis, nami adalah sebutan untuk ukuran sedang, bukan yang jumbo)

Lumayanlah ini makanan yang sering saya order disaat lapar di Jepang, harga cukup ekonomis JPY300 (sekitar IDR40ribu).Cuaca saat itu lagi dingin sekitar 5°C walhasil njepeper nih badan kena angin dingin yang lumayan kuat, setelah makan dan iseng ke pelabuhan dan tidak menemukan hal yang menarik, karena ngga tahan dengan suhu dingin saya langsung balik ke hotel karena jam juga sudah menunjukkan jam 3, mau istirahat supaya besoknya segar.

Paginya bangun, mandi dan turun ke lounge buat ambil sarapan dan packing siap untuk jemputan jam 9 pagi.
Tepat jam 9.10 Ms Midori datang nyetir sendiri dengan New CRV putih, sete;ah basa basi sebentar langsung kita menuju kantor Moriwaki karena akan dekenalkan sama marketing Mr Sasaki, dan yang bikin saya agak surprise Ms Midori juga akan mengenalkan saya dengan Yuki Takahashi (Japan Moto2 atlet).Rupanya Yuki Takahashi ini sama-sama latihan dengan Doni Tata Pradipta waktu di Gresini Italia.



Wah hari ini benar-benar lucky buat saya.

Rencana kami kan menuju Ise Shrine, tapi berhubung sedang ada kegiatan keagamaan di sana dan diperkirakan akan macet dan berjubel, tujuan dialihkan ke Tsubaki Shrine dekat Suzuka, sekalian Moriwaki Team akan meminta doa restu sama sesepuh disitu kalau ngga salah namanya Yamamoto, sehubungan dengan rencana Moriwaki untuk menampilkan kemampuan di kegiatan otomotif Jepang mulai tahun ini.

Selesai kegiatan seremonial di Shrine, kami segera menuju Suzuka Circuit…
Circuit ini sebenarnya milik Honda tapi terbuka untuk kegiatan otomotif Jepang.
Saya berpikir sebenarnya Indonesia juga harus mempunyai Circuit semacam ini lebih banyak, jangan hanya Sentul Circuit saja. Yah semuanya tergantung kemampuan ekonomi negara ya.

Yuki Takahashi baru bergabung dengan Moriwaki sejak 2013, dan sudah mulai aktif berlatih di bawah bendera Moriwaki.
Bersama Yuki takahashi
Ms Midori paling kiri

 

Penampakan New Honda Jazz (Fit) 2014 16/03/2014

Filed under: Public Transportation,Uncategorized — montormiber @ 10:12
Tags: , ,

Mobil sedan Honda Fit atau Honda Jazz di Indonesia sangat membumi, terakhir sih saya lihat type RS yang lalu lalang di Indonesia.
Saat berkesempatan ke Tokyo beberapa waktu lalu saya menemukan sosok Honda Fit dengan bokong yang tidak biasa, saya pikir ini Honda Jazz generasi berikutnya. Saya tidak tahu apakah type ini juga sudah dipasarkan di Indonesia?.

Bukan itu saja karena trend saat ini adalah mobil hybrid, saya juga beberapa kali menemukan Jazz yang ada emblem belakang “Hybrid” berarti nambah lagi dong type terbaru….

 

GPS buat motor, apa perlu? 13/03/2014

Filed under: Information Technology (IT),MOTOR BIKE — montormiber @ 16:39
Tags: , , ,

Pengenalan Umum

Saat ini GPS sudah bukanlah hal yang menjadi barang mewah lagi. Banyak handphone yang sudah dilengkapi dengan GPS Receiver dan built-in GPS Receiver sudah banyak dijual dipasaran dengan harga terjangkau.GPS atau Global Positioning System adalah suatu konstelasi yang terdiri dari 24 satelit (plus 5 satelit cadangan). Ke-24 satelit itu mengorbit bumi pada jarak 20.200 km sebanyak 2 kali sehari, sambil memancarkan sinyal berita gelombang radio.

Sistem ini pertama kali dibuat oleh militer Amerika Serikat yang ditujukan untuk kepentingan navigasi militer namun sekarang sudah dapat digunakan untuk umum. Departemen Pertahanan AS yang mengoperasikan sistem GPS telah mengatur konfigurasi satelit sedemikian rupa, sehingga semua tempat di bumi dapat menerima sinyal dari 4 sampai 10 satelit. Sebagai penunjuk waktu, masing-masing satelit dibekali dengan 4 buah jam atom yang dapat mengukur waktu dengan ketelitian sepersemilyar detik. Teknologi GPS sanggup menentukan lokasi manapun di muka bumi dengan kesalahan kurang dari 1 meter. Sistem yang serupa dengan GPS antara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India. Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta per tahun, termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan.

Kegunaan

Militer
GPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui mana teman mana lawan untuk menghindari salah target, ataupun menetukan pergerakan pasukan.

Navigasi
GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu nivigasi, dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Sistem Informasi Geografis
Untuk keperluan Sistem Informasi Geografis, GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi pengukuran.

Sistem pelacakan kendaraan
Kegunaan lain GPS adalah sebagai pelacak kendaraan, dengan bantuan GPS pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui ada dimana saja kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini.

Pemantau gempa
Bahkan saat ini, GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya mm dalam setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik ataupun tektonik.

Saat Ini Banyak Merk GPS yang Beredar Di Indonesia antara lain Garmin, Trimble,, Astech dan lain-lain.

Saya sendiri pertama kali mengaplikasikan GPS dikendaraan saya pada tahun 2007, saya beli merek Garmin type Nuvi 710i seharga kalau ngga salah Rp. 2jt 750rb. sengaja saya beli GPS yang bisa dicopot dan dipindah ke kendaraan lain sebab saya saat itu punya 2 unit kendaraan. Jadi saya hanya memindahkan ke kendaraan yang membutuhkan bantuan navigasi saat itu dan ngga usah beli 2 biji sebab saat itu harganya juga ngga terlalu murah. Sekarang sih kita bisa mendapatkan GPS seharga 1jutaan yang merek China, atau bahkan bisa dibawah itu kalau mau yang second. Dan untuk menarik konsumen penjualan mobilpun sudah di lengkapi bonus GPS, seperti pejualan Rush, Terios maupun merek Eropa lainnya.

Nah sehubungan dengan saya juga penghobi kendaraan roda dua untuk keperluan turing, saya juga aplikasikan GPS di motor saya, tentu saja dengan tambahan braket yang saya beli terpisah. Alat bantu navigasi ini sangatlah membantu saya dalam melakukan perjalanan. Fungsi utama tentu saja penunjuk arah, kemudian alat ini juga bisa membantu mencarikan jalan alternatif apa bila kita terjebak dalam kemacetan. Disamping itu kalau kita jalan malam hari ngga usah repot nanya sana-sini, lah mau nanya siapa kalau pas jam 2 pagi kita terssesat? masa mau gedor pintu orang?.
Kita juga bisa memperkirakan saat tiba ditempat tujuan jam berapa. Untuk dslam kota asal, memang hampir tidak diperlukan GPS, bahkan karena penempatan GPS di motor kelihatan mencolok, malah rawan di embat maling. Tapi untuk keperluan perjalanan luar kota sangatlah membantu.

 

Motor cium aspal saat turing Bandung-Dumai-Bandung 12/03/2014

Filed under: MOTOR BIKE — montormiber @ 09:00
Tags: , , ,

Kejadiannya saat dalam perjalanan etape (2) Lampung-Lubuklinggau.
Siapapun yang pernah riding di Sumatera tahu bahwa jalan disana tuh banyak godaannya yaitu kita akan terpesona dengan kondisi jalan yang lurus, lebar dan mulus. Godaan buat kita untuk explore kekuatan motor.
Inilah yang membuat saya sedikit lengah, setelah start dari Lampung pagi hari kita langsung geber motor sesuka hati. Kejadiannya di sekitar daerah Tanjung Agung, Sumsel kami bertiga sedang asyik-asyiknya nikung dan geber motor, tibalah di jalan yang kelok dan naik turun, saya diposisi paling belakang membututi rider yang lain, sampailah pada posisi jalan yang blank spot seperti gundukan besar didepan, mungkin karena pengaruh capek yang akibatkan kurangnya konsentrasi.

Melihat rider yang lain sudah hilang dibalik gundukan jalan, saya pelintir saja throttle sesuka hati, eh begitu melewati blankspot tiba-tiba “mak bedunduk” mereka pada injak rem karena didepan ada lagi gundukan extrem….. yah, mereka pakai Battlax BT92 ya langsung pakem saja tuh motor sukses kurangi kecepatan, sedangkan saya yang dalam posisi gaspol kaget lihat motor didepan pada kurangi kecepatan, walhasil sepersekian detik saya injak rem sudah ngga bantu, apalagi saya pas pakai BT45, kedengeran sih ban mencuit tapi tidak ngaruh, akhirnya sukses juga nyenggol motor bebek lokal didepan, saya ndelosor kekiri sedangkan motor lokal kena footstep kirinya ndelosor juga.


Saya babras sikut kiri dan pangkal pinggang robek. Sedangkan motor lokal bagian depan remuk.
Usut punya usut saya harus kasih penganti parts 400k, yah gak apa yang penting orangnya aman.
Untungnya motor saya hanya headlamp yang hancur, berikut braket GPS juga. Motor coba dihidupkan dan masih mau diajak keliling Sumatera, T250 memang bandel.

 

Entog gobyos asli Wonosobo 11/03/2014

Filed under: Uncategorized — montormiber @ 19:50
Tags: , , ,

Ngomongin soal makanan memang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas turing. Beberapa waktu lalu saya bersama seorang teman rider mas Bejo alias Rangga Jati Suasana berkesempatan riding dari Bandung ke Jogjakarta, nah kebetulan kami punya teman di Wonosobo sama-sama penyemplak Thunder 250 sih dulunya tapi sekarang kabarnya sudah “murtad” pindah ke agama tiger :). Tapi walaupun beda keyakinan namun keakraban seorang penyuka motor tetap tak akan pudar.

Beliau adalah Mas Penyo alias Pak Eko Harmoni (mbuh iki nama sebenarnya apa nama beken), teman kita ini selalu mengharapkan kalau ada teman motor dari Jatim ke Jabar atau sebaliknya supaya mampir Wonosobo….., tapi tiap kali selalu terlewati, masalahnya adalah Wonosobo sendiri tempatnya nanggung, mesti muter dulu ke jalan tengah propinsi Jateng jadi banyak teman-teman yang “ogah” mampir meski sebenarnya jaraknya juga ngga seberapa jauh. (salah sendiri siapa suruh punya rumah di Wonosobo).

Tapi kali ini saya sama mas Bejo sudah bertekad untuk mampir ke rumah mas Penyo di Wonosobo. Kami berangkat dari Bandung subuh, nyampai daerah Wangon sudah agak siangan sih lanjut daerah Buntu belok kiri arah Purwokerto.
Disana sudah kontak mas Penyo Harmoni beliaunya mapak di Banjarnegara. Untung saja tidak sisipan waktu papasan di jalan rupanya matanya masih OK lihat 2 rider T250 ngacir langsung klakson dan balik kanan.

Karena sudah waktunya makan siang langsung kita diajak arah Kertek, warung nya pak Eko Harmoni yaitu Warung Entog Gobyos, mungkin maksudnya saking enaknya makan Entog pedas, sampai keringatnya bercucuran (gobyos). Jane nek kepedesen ki opo iso ngerasakno aneke to pak….. 🙂


Pas perut laper pas hidangan entognya nyepak, lha yo wis sikat wae.
Saya mungkin sudah 10 tahunan tidak makan lauk entog ini…. ya de javu deh.
Kuahnya santannya pas dikombinasi sama sambel colek pakai daun singkong muda, wis tah morotuwo lewat ora di sopo….
Habis makan dua piring ya gobyos tenan.
Matur nuwun pak Eko Harmoni.

 

(Review) Kushitani Cypher jacket K-0648

Filed under: MOTOR BIKE,Uncategorized — montormiber @ 12:02
Tags: , ,

Sebenarnya ngga ada niatan beli jaket ini awalnya, tapi maunya sih sekelas Komine Titanium saja, sebab kalau melihat harganya yang wow fantastis, belum rela kalau hanya buat beli jaket saja harus mengeluarkan JPY45.000 (hampir 5juta rupiah kurs saat itu).

Tapi saat saya mengunjungi sirkuit Suzuka dan ngobrol sama Yuki Takahashi (pembalap Moto2) dia dg getolnya menyarankan untuk makai Kushitani, karena diapun waktu race juga selalu memakai wearpack Kushitani.Ketika saya menyinggung soal harga kebetulan saat itu sedang ada bosnya Moriwaki Racing Ms. Midori Moriwaki, dia nyelutuk bahwa saya disuruh pastikan ukuran jaket buat saya lalu dia akan kontak owner Kushitani supaya dapat harga promo dan bagus, ya saya seperti ditodong lalu bilang OK saja.
Sekembali saya pulang ke Tokyo saya coba cek di website Kushitani dan cek measuring jaket akhirnya saya pilih size M.
Langsung kirim email ke Ms Midori di Suzuka dan minta ditanyain harganya.
Lama ngga ada respons eh tahu-tahu ada pemberitahuan bahwa harganya sekian dan barang sudah ada di kantor Moriwaki, yaaaaah kan saya maunya nanya dulu kenapa langsung dibeli, ya sutralah mungkin ini nasib saya harus memakai jacket Kushitani. Lumayan sih dapat diskon hampir sejuta rupiah.
Ini sosoknya…


Langsung bayar ke Mr Terada di kantor Moriwaki dengan transfer bank plus ongkir ke Tokyo, beres.

Konfirmasi dan tunggu barang datang dengan manis di mansion. Tunggu punya tunggu ternyata cara pengirimannya beda dengan di negara mimpi Indonesia Raya. Disana itu kalau ada paket datang ngga usah ketuk-ketuk pintu, ngga usah nunggu sampai tuan rumah datang, ternyata di setiap mansion ada space semacam box buat naruh barang macam paket ini. Jadi tuan rumah tinggal buka aja dengan katu khusus sepulang kerja, cek kalau ada barang otomatis box akan buka dengan sendirinya dan kita tinggal ambil barangnya. Ini untuk barang yang tidak lagi memerlukan transaksi pembayaran, tapi kalau barang semacam COD ya mesti janjian dulu kapan kita ada, ketemuan dan lakukan pembayaran ditempat, beres dah. Uniknya lagi kalau barang yang dipesan ngga sesuai kriteria, kita bisa kembalikan within seminggu, dan ini sudah biasa di sana, ngga ada orang tipu-tipu macam negeri kita.

Ngga pakai lama, langsung fit dan coba pakai jalan, kesan pertama enak di badan ngepas banget dengan tubuh saya yang mungil. Kalau selama ini saya selalu memakai daleman supaya ngga panas banget,ini sih udah ngga perlu lagi, kalaupun mau mesti yang tipis saja.

Saya coba inti bagian dalem eh….. ternyata ada tulisan MADE IN China! ya memang dibuat di China katanya tapi ini sudah memenuhi standard Kushitani dan industri Jepang. Dan work shop di China juga ngga akan berani bikin barang yang sama karena masalah patent.

Agak kecewa sih kenapa ngga MADE IN JAPAN gitu loh, ….. tapi menurut teman Jepang saya kalaupun dibuat di Jepang paling harganya saja yang akan sedikit lebih mahal.

Overall dipakai riding dengan kecepatan diatas 40kpj lumayan semriwing, terutama kalau kita buka resliting ventilasi. Kalau pas kena macet atau lamer ya terasa sedikit gerah.
Untuk riding malam pas banget bahkan terasa hangat. Bagian kulit lembu adalah bagian yang berwarna putih, sedangkan yang warna gelap adalah bahan Polyester.