Montormiber's Blog

Telling about my hobby and daily activity

Penampakan New Honda Jazz (Fit) 2014 16/03/2014

Filed under: Public Transportation,Uncategorized — montormiber @ 10:12
Tags: , ,

Mobil sedan Honda Fit atau Honda Jazz di Indonesia sangat membumi, terakhir sih saya lihat type RS yang lalu lalang di Indonesia.
Saat berkesempatan ke Tokyo beberapa waktu lalu saya menemukan sosok Honda Fit dengan bokong yang tidak biasa, saya pikir ini Honda Jazz generasi berikutnya. Saya tidak tahu apakah type ini juga sudah dipasarkan di Indonesia?.

Bukan itu saja karena trend saat ini adalah mobil hybrid, saya juga beberapa kali menemukan Jazz yang ada emblem belakang “Hybrid” berarti nambah lagi dong type terbaru….

Iklan
 

GPS buat motor, apa perlu? 13/03/2014

Filed under: Information Technology (IT),MOTOR BIKE — montormiber @ 16:39
Tags: , , ,

Pengenalan Umum

Saat ini GPS sudah bukanlah hal yang menjadi barang mewah lagi. Banyak handphone yang sudah dilengkapi dengan GPS Receiver dan built-in GPS Receiver sudah banyak dijual dipasaran dengan harga terjangkau.GPS atau Global Positioning System adalah suatu konstelasi yang terdiri dari 24 satelit (plus 5 satelit cadangan). Ke-24 satelit itu mengorbit bumi pada jarak 20.200 km sebanyak 2 kali sehari, sambil memancarkan sinyal berita gelombang radio.

Sistem ini pertama kali dibuat oleh militer Amerika Serikat yang ditujukan untuk kepentingan navigasi militer namun sekarang sudah dapat digunakan untuk umum. Departemen Pertahanan AS yang mengoperasikan sistem GPS telah mengatur konfigurasi satelit sedemikian rupa, sehingga semua tempat di bumi dapat menerima sinyal dari 4 sampai 10 satelit. Sebagai penunjuk waktu, masing-masing satelit dibekali dengan 4 buah jam atom yang dapat mengukur waktu dengan ketelitian sepersemilyar detik. Teknologi GPS sanggup menentukan lokasi manapun di muka bumi dengan kesalahan kurang dari 1 meter. Sistem yang serupa dengan GPS antara lain GLONASS Rusia, Galileo Uni Eropa, IRNSS India. Kumpulan satelit ini diurus oleh 50th Space Wing Angkatan Udara Amerika Serikat. Biaya perawatan sistem ini sekitar US$750 juta per tahun, termasuk penggantian satelit lama, serta riset dan pengembangan.

Kegunaan

Militer
GPS digunakan untuk keperluan perang, seperti menuntun arah bom, atau mengetahui posisi pasukan berada. Dengan cara ini maka kita bisa mengetahui mana teman mana lawan untuk menghindari salah target, ataupun menetukan pergerakan pasukan.

Navigasi
GPS banyak juga digunakan sebagai alat navigasi seperti kompas. Beberapa jenis kendaraan telah dilengkapi dengan GPS untuk alat bantu nivigasi, dengan menambahkan peta, maka bisa digunakan untuk memandu pengendara, sehingga pengendara bisa mengetahui jalur mana yang sebaiknya dipilih untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

Sistem Informasi Geografis
Untuk keperluan Sistem Informasi Geografis, GPS sering juga diikutsertakan dalam pembuatan peta, seperti mengukur jarak perbatasan, ataupun sebagai referensi pengukuran.

Sistem pelacakan kendaraan
Kegunaan lain GPS adalah sebagai pelacak kendaraan, dengan bantuan GPS pemilik kendaraan/pengelola armada bisa mengetahui ada dimana saja kendaraannya/aset bergeraknya berada saat ini.

Pemantau gempa
Bahkan saat ini, GPS dengan ketelitian tinggi bisa digunakan untuk memantau pergerakan tanah, yang ordenya hanya mm dalam setahun. Pemantauan pergerakan tanah berguna untuk memperkirakan terjadinya gempa, baik pergerakan vulkanik ataupun tektonik.

Saat Ini Banyak Merk GPS yang Beredar Di Indonesia antara lain Garmin, Trimble,, Astech dan lain-lain.

Saya sendiri pertama kali mengaplikasikan GPS dikendaraan saya pada tahun 2007, saya beli merek Garmin type Nuvi 710i seharga kalau ngga salah Rp. 2jt 750rb. sengaja saya beli GPS yang bisa dicopot dan dipindah ke kendaraan lain sebab saya saat itu punya 2 unit kendaraan. Jadi saya hanya memindahkan ke kendaraan yang membutuhkan bantuan navigasi saat itu dan ngga usah beli 2 biji sebab saat itu harganya juga ngga terlalu murah. Sekarang sih kita bisa mendapatkan GPS seharga 1jutaan yang merek China, atau bahkan bisa dibawah itu kalau mau yang second. Dan untuk menarik konsumen penjualan mobilpun sudah di lengkapi bonus GPS, seperti pejualan Rush, Terios maupun merek Eropa lainnya.

Nah sehubungan dengan saya juga penghobi kendaraan roda dua untuk keperluan turing, saya juga aplikasikan GPS di motor saya, tentu saja dengan tambahan braket yang saya beli terpisah. Alat bantu navigasi ini sangatlah membantu saya dalam melakukan perjalanan. Fungsi utama tentu saja penunjuk arah, kemudian alat ini juga bisa membantu mencarikan jalan alternatif apa bila kita terjebak dalam kemacetan. Disamping itu kalau kita jalan malam hari ngga usah repot nanya sana-sini, lah mau nanya siapa kalau pas jam 2 pagi kita terssesat? masa mau gedor pintu orang?.
Kita juga bisa memperkirakan saat tiba ditempat tujuan jam berapa. Untuk dslam kota asal, memang hampir tidak diperlukan GPS, bahkan karena penempatan GPS di motor kelihatan mencolok, malah rawan di embat maling. Tapi untuk keperluan perjalanan luar kota sangatlah membantu.

 

Motor cium aspal saat turing Bandung-Dumai-Bandung 12/03/2014

Filed under: MOTOR BIKE — montormiber @ 09:00
Tags: , , ,

Kejadiannya saat dalam perjalanan etape (2) Lampung-Lubuklinggau.
Siapapun yang pernah riding di Sumatera tahu bahwa jalan disana tuh banyak godaannya yaitu kita akan terpesona dengan kondisi jalan yang lurus, lebar dan mulus. Godaan buat kita untuk explore kekuatan motor.
Inilah yang membuat saya sedikit lengah, setelah start dari Lampung pagi hari kita langsung geber motor sesuka hati. Kejadiannya di sekitar daerah Tanjung Agung, Sumsel kami bertiga sedang asyik-asyiknya nikung dan geber motor, tibalah di jalan yang kelok dan naik turun, saya diposisi paling belakang membututi rider yang lain, sampailah pada posisi jalan yang blank spot seperti gundukan besar didepan, mungkin karena pengaruh capek yang akibatkan kurangnya konsentrasi.

Melihat rider yang lain sudah hilang dibalik gundukan jalan, saya pelintir saja throttle sesuka hati, eh begitu melewati blankspot tiba-tiba “mak bedunduk” mereka pada injak rem karena didepan ada lagi gundukan extrem….. yah, mereka pakai Battlax BT92 ya langsung pakem saja tuh motor sukses kurangi kecepatan, sedangkan saya yang dalam posisi gaspol kaget lihat motor didepan pada kurangi kecepatan, walhasil sepersekian detik saya injak rem sudah ngga bantu, apalagi saya pas pakai BT45, kedengeran sih ban mencuit tapi tidak ngaruh, akhirnya sukses juga nyenggol motor bebek lokal didepan, saya ndelosor kekiri sedangkan motor lokal kena footstep kirinya ndelosor juga.


Saya babras sikut kiri dan pangkal pinggang robek. Sedangkan motor lokal bagian depan remuk.
Usut punya usut saya harus kasih penganti parts 400k, yah gak apa yang penting orangnya aman.
Untungnya motor saya hanya headlamp yang hancur, berikut braket GPS juga. Motor coba dihidupkan dan masih mau diajak keliling Sumatera, T250 memang bandel.

 

Entog gobyos asli Wonosobo 11/03/2014

Filed under: Uncategorized — montormiber @ 19:50
Tags: , , ,

Ngomongin soal makanan memang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas turing. Beberapa waktu lalu saya bersama seorang teman rider mas Bejo alias Rangga Jati Suasana berkesempatan riding dari Bandung ke Jogjakarta, nah kebetulan kami punya teman di Wonosobo sama-sama penyemplak Thunder 250 sih dulunya tapi sekarang kabarnya sudah “murtad” pindah ke agama tiger :). Tapi walaupun beda keyakinan namun keakraban seorang penyuka motor tetap tak akan pudar.

Beliau adalah Mas Penyo alias Pak Eko Harmoni (mbuh iki nama sebenarnya apa nama beken), teman kita ini selalu mengharapkan kalau ada teman motor dari Jatim ke Jabar atau sebaliknya supaya mampir Wonosobo….., tapi tiap kali selalu terlewati, masalahnya adalah Wonosobo sendiri tempatnya nanggung, mesti muter dulu ke jalan tengah propinsi Jateng jadi banyak teman-teman yang “ogah” mampir meski sebenarnya jaraknya juga ngga seberapa jauh. (salah sendiri siapa suruh punya rumah di Wonosobo).

Tapi kali ini saya sama mas Bejo sudah bertekad untuk mampir ke rumah mas Penyo di Wonosobo. Kami berangkat dari Bandung subuh, nyampai daerah Wangon sudah agak siangan sih lanjut daerah Buntu belok kiri arah Purwokerto.
Disana sudah kontak mas Penyo Harmoni beliaunya mapak di Banjarnegara. Untung saja tidak sisipan waktu papasan di jalan rupanya matanya masih OK lihat 2 rider T250 ngacir langsung klakson dan balik kanan.

Karena sudah waktunya makan siang langsung kita diajak arah Kertek, warung nya pak Eko Harmoni yaitu Warung Entog Gobyos, mungkin maksudnya saking enaknya makan Entog pedas, sampai keringatnya bercucuran (gobyos). Jane nek kepedesen ki opo iso ngerasakno aneke to pak….. 🙂


Pas perut laper pas hidangan entognya nyepak, lha yo wis sikat wae.
Saya mungkin sudah 10 tahunan tidak makan lauk entog ini…. ya de javu deh.
Kuahnya santannya pas dikombinasi sama sambel colek pakai daun singkong muda, wis tah morotuwo lewat ora di sopo….
Habis makan dua piring ya gobyos tenan.
Matur nuwun pak Eko Harmoni.

 

(Review) Kushitani Cypher jacket K-0648

Filed under: MOTOR BIKE,Uncategorized — montormiber @ 12:02
Tags: , ,

Sebenarnya ngga ada niatan beli jaket ini awalnya, tapi maunya sih sekelas Komine Titanium saja, sebab kalau melihat harganya yang wow fantastis, belum rela kalau hanya buat beli jaket saja harus mengeluarkan JPY45.000 (hampir 5juta rupiah kurs saat itu).

Tapi saat saya mengunjungi sirkuit Suzuka dan ngobrol sama Yuki Takahashi (pembalap Moto2) dia dg getolnya menyarankan untuk makai Kushitani, karena diapun waktu race juga selalu memakai wearpack Kushitani.Ketika saya menyinggung soal harga kebetulan saat itu sedang ada bosnya Moriwaki Racing Ms. Midori Moriwaki, dia nyelutuk bahwa saya disuruh pastikan ukuran jaket buat saya lalu dia akan kontak owner Kushitani supaya dapat harga promo dan bagus, ya saya seperti ditodong lalu bilang OK saja.
Sekembali saya pulang ke Tokyo saya coba cek di website Kushitani dan cek measuring jaket akhirnya saya pilih size M.
Langsung kirim email ke Ms Midori di Suzuka dan minta ditanyain harganya.
Lama ngga ada respons eh tahu-tahu ada pemberitahuan bahwa harganya sekian dan barang sudah ada di kantor Moriwaki, yaaaaah kan saya maunya nanya dulu kenapa langsung dibeli, ya sutralah mungkin ini nasib saya harus memakai jacket Kushitani. Lumayan sih dapat diskon hampir sejuta rupiah.
Ini sosoknya…


Langsung bayar ke Mr Terada di kantor Moriwaki dengan transfer bank plus ongkir ke Tokyo, beres.

Konfirmasi dan tunggu barang datang dengan manis di mansion. Tunggu punya tunggu ternyata cara pengirimannya beda dengan di negara mimpi Indonesia Raya. Disana itu kalau ada paket datang ngga usah ketuk-ketuk pintu, ngga usah nunggu sampai tuan rumah datang, ternyata di setiap mansion ada space semacam box buat naruh barang macam paket ini. Jadi tuan rumah tinggal buka aja dengan katu khusus sepulang kerja, cek kalau ada barang otomatis box akan buka dengan sendirinya dan kita tinggal ambil barangnya. Ini untuk barang yang tidak lagi memerlukan transaksi pembayaran, tapi kalau barang semacam COD ya mesti janjian dulu kapan kita ada, ketemuan dan lakukan pembayaran ditempat, beres dah. Uniknya lagi kalau barang yang dipesan ngga sesuai kriteria, kita bisa kembalikan within seminggu, dan ini sudah biasa di sana, ngga ada orang tipu-tipu macam negeri kita.

Ngga pakai lama, langsung fit dan coba pakai jalan, kesan pertama enak di badan ngepas banget dengan tubuh saya yang mungil. Kalau selama ini saya selalu memakai daleman supaya ngga panas banget,ini sih udah ngga perlu lagi, kalaupun mau mesti yang tipis saja.

Saya coba inti bagian dalem eh….. ternyata ada tulisan MADE IN China! ya memang dibuat di China katanya tapi ini sudah memenuhi standard Kushitani dan industri Jepang. Dan work shop di China juga ngga akan berani bikin barang yang sama karena masalah patent.

Agak kecewa sih kenapa ngga MADE IN JAPAN gitu loh, ….. tapi menurut teman Jepang saya kalaupun dibuat di Jepang paling harganya saja yang akan sedikit lebih mahal.

Overall dipakai riding dengan kecepatan diatas 40kpj lumayan semriwing, terutama kalau kita buka resliting ventilasi. Kalau pas kena macet atau lamer ya terasa sedikit gerah.
Untuk riding malam pas banget bahkan terasa hangat. Bagian kulit lembu adalah bagian yang berwarna putih, sedangkan yang warna gelap adalah bahan Polyester.

 

Solo riding Malang-Bandung-Malang on Thunder GS250 10/03/2014

Filed under: MOTOR BIKE — montormiber @ 07:36
Tags: , , ,

Kegiatan ini saya lakukan dalam rangka menghadiri salah seorang teman GTC (Goblok Thunder Crotz) yaitu bapak Hary Poerwantono alias pak Harmed yang punya hajat mantu. Sebenarnya ada dua teman GTC Bali yang akan datang menghadiri juga tapi karena mereka punya acara lain yaitu mau lihat ibukota Jakarta, maka mereka berangkat lebih awal yaitu tanggal 5 April dengan rute Denpasar-Solo-Cilacap-Cirebon-Jakarta-Bogor-Bandung.

Saya sendiri karena saat ini ada kegiatan di Malang maka saya berangkat dari Malang, berikut cerita singkatnya.

Day 1 : Malang-Ponorogo-Solo (274 km)

Belajar dari pengalaman yang lalu, guna menghindari padatnya lalu lintas, maka saya berangkat dari Turen (karena rumah keluarga besar saya di Turen), saya berangkat sehabis adzan subuh, sebenarnya inipun sudah agak kesiangan tapi karena targetnya nyampai Ponorogo jam 9.00, maka saat inilah yang tepat.
Lumayan dingin suhu saat itu, jalanan cukup lengang, saya lalui jalur Sedayu lanjut Gondanglegi jalan sudah mulai ramai oleh masyarakat yang pulang dari masjid dan pergi ke pasar.
Memasuki wilayah Wlingi, Blitar matahari baru muncul dan cuaca sedikit hazy (berkabut), efeknya ke kaca helm jadi agak lengket berembun….

Ada kejadian yang hampir membatalkan perjalanan. Ini terjadi di sekeluar kota Tulung Agung, dengan padatnya traffic pagi saya sempat senggolan sama anak sekolah dan dia jatuh dengan sepeda pancalnya. Ini disebabkan dia menyeberang dengan memotong langsung jalan, yang mestinya melihat dulu dari arah kiri ada motor ngga, tanpa memikirkan siapa salah saya meminggirkan motor dan berhenti sambil nyamperin anak tsb, saya tanya ada yg luka, dia jawab ngga apa-apa berulang-ulang sambil matanya berkaca-kaca, sempat terpikir untuk ngasih uang buat berobat tapi dia bersikeras melanjutkan jalan dg menaiki sepeda kesekolah…, saya lihat sikutnya sedikit tergores. Maaf ya dik….

Akhirnya perjalanan selanjutnya lancar sampai memasuki kota Ponorogo jam 8.30, sedikit agak lambat karena biasanya jarak Turen-Ponorogo saya tempuh dalam waktu 3jam

Oh ya, saya mampir dikota Ponoreog ini karena beberapa waktu sebelumnya saya ngecat tanki dan body dengan livery khusus, seperti apa livery khususnya? silakan simak gambar berikut ini….
Inspirasi dari livery pesawat tempur Sukhoi
Saya mendapatkan referensi soal cat dikota ini dari komunitas Thunder 250 juga, bengkel cat namanya “Star Paint” yang dipunggawani oleh mas Rudi, dia terkenal spesialis cat grafis sejak beberapa tahun lalu, dan kalau dilihat dari koleksi klipingnya dia sudah beberapa kali menjuarai beberapa kompetisi cat grafis dan airbrush.

Kelar ganti baju motor di Ponorogo, saya langsung melanjutkan perjalanan ke Solo, karena saya belum pernah melewati Tawangmangu, maka saya sempatkan lewat sana dengan jalur via kota Magetan.

Akhirnya saya nyampai kota Solo dan dijemput oleh mas Agung Sugiyopranoto, teman lama.
Sedikit mengenai mas Agung ini, saya kenal lewat bro Binz, orangnya ramah baik dan supel. ini untuk yang kedua kali saya singgah di rumah mas Agung ini, mas Agung ini juga anak motor, tapi anehnya malah mas Agung ini tidah megang motor Suzuki Thunder250 seperti teman akrab lain kota yg lain, mas Agung sejarahnya malah megang Kawasaki250, Bison150 dan yang terakhir pas waktu saya nginap dirumahnya di kawasan Bekonang, Solo malah motor Bisonnya ditukar tambah sama Migelli250……tapi terakhir saya dengar dia kembali ke Ninja250

Day 2 : Solo-Bandung (472 km)

Rencana awal sih saya akan riding alone untuk sektor ini, tapi ada kontak dari Mas Nugroho Bandung kalau Mas Reza juga akan ke Bandung dengan tujuan yang sama pada hari yang sama juga, kenapa ngga bareng aja…. yowis malah kepeneran ada teman ngebut dan nikung 🙂
Akhirnya saya janjian sama Mas Reza di pompa bensin Ambarketawang Jogja jam 9.00
Lagi-lagi mengingat traffic pagi yang padat, saya disarankan oleh Mas Agung untuk berangkat 2jam sebelumnya.
Saya jalan jam 6.00, memang lalin pagi sangat menghambat, terutama masuk kota Klaten dan Jogja…. tapi perjalanan sampai Ambarketawang saya tempuh tidak lebih dari 1,5jam yang paling

Pompa Bensin Ambarketawang memang tempat yang paling ideal buat ketemuan, letaknya yang arah keluar kota Jogja memudahkan bagi siapa saja yang janjian.

Day 3 dan 4: saya isi istirahat dan acara inti yaitu menghadiri pernikahan putrinya Pak Harmed

bessambung di episode….

Day 5 : Bandung – Jogjakarta

Day 6 : Jogjakarta – Malang

 

 

Bagaimana apply visa kunjungan ke Jepang supaya lancar?

Filed under: Uncategorized — montormiber @ 07:12
Tags: , , ,

 

 

Image

Tahun ini adalah kesebelas kali saya berkesempatan mengunjungi negeri saudara tua alias Jepang. Tujuan utama adalah “main-main”, tapi sebenarnya kunjungan terakhir saya adalah 4 tahun yang lalu, jadi secara tradisi, sudah waktunya nilikin rasa sushi di negara asalnya….

Seperti di ketahui bahwa pemegang paspor NKRI(Indonesia) masih di wajibkan apply visa apabila akan melakukan kunjungan ke Jepang, baik itu wisata, training maupun kunjungan bisnis. Padahal mereka sudah membebaskan visa bagi 3 negara sesama ASEAN yaitu Malaysia, Thailand dan Philiphina. Serasa ini tidak adil tapi yah, apa boleh buat ini keputusan G to G, kita bisa apa?
Tapi rumornya kenapa kita masih “repot” apply visa ke Jepang karena negara kitapun masih memungut bea pada saat orang Jepang berkunjung ke Indonesia melalui VOA(visa on Arrival) yaitu mereka diharuskan membayar sejumlah USD20 per kepala untuk kunjungan sebulan dst…. lalu alasan kedua adalah banyaknya orang Indonesia yang bekerja secara gelap di Jepang sana, disamping juga alasan keamanan (terorist), memang alasan klise tapi yah, pemerintahan Jepang berhak untuk melindungi kepentingan negara dan bangsanya.

Kembali ke masalah urusan visa, sebenarnya tidak sulit kok urus visa di kedutaan atau kosulat Jepang, asal dipenuhi dulu dengan lengkap.
Syarat yang secara umum adalah harus punya paspor dulu(minimal masih berlaku selama 6 bulan), isi form aplikasi yang bisa didapatkan di Konsulat atau kedutaaan atau bisa juga download di web kedutaan
kemudian ikutin dan penuhin syarat-syarat yang lain niscaya lancar.

Oh iya, saya ingin mengingatkan bahwa kadang kita juga diminta untuk menunjukkan bukti keuangan atau paling tidak karena akan melakukan perjalanan ke Jepang mestinya punya dong uang simpanan, ini akan memperkuat keputusan akan diluluskannya visa nanti, juga kalau ada surat penjamin dari kenalan atau kolega di Jepang sana yang manyatakan bahwa selama keberadaan kita di Jepang nanti akan menjadi tanggung jawab orang tersebut.

Demikian sepintas pengalaman dari saya.